Lempar lembing
merupakan suatu aktivitas yang menuntut kecekatan dan kekuatan dalam melempar.
Medianya berupa lembing, yaitu sejenis tombak, tapi lebih ringan dan kecil.
Awal mulanya, lempar lembing lebih identik dengan aktivitas berburu nenek
moyang manusia. Sebagaimana olahraga atletik lainnya, lempar lembing diadopsi
dari kebiasaan kaum laki-laki pada zaman tersebut. Aktivitas ini baru
berkembang menjadi suatu olahraga ketika umat manusia memasuki masa bercocok
tanam dan beternak, meninggalkan masa nomaden yang lebih kental dengan
aktivitas berburunya. Manusia mulai menetap dengan membangun perkampungan atau
perkotaan.
Perubahan gaya hidup pun terjadi. Salah satunya adalah aktivitas fisik seperti
melempar lembing tak lagi digunakan untuk berburu. Aktivitas itu dialihkan
menjadi suatu olahraga yang dipertandingkan. Unsur untuk memperoleh makanan
(berburu) berubah menjadi upaya pemenuhan akan hiburan dan prestasi. Walaupun
belum ditemukan catatan sejarah yang otentik mengenai lempar lembing, tapi
sebagian ahli meyakini olahraga ini telah berkembang sejak zaman Yunani Klasik.
Saat itu, lempar lembing termasuk olahraga populer. Tak kalah dengan olahraga
jenis atletik lainnya, seperti lari, lompat, dan lempar cakram.
A. PENGERTIAN LEMPAR LEMBING
Lembing adalah
olahraga yang merupakan keturunan dari banyak bentuk kompetisidiperebutkan di
berbagai bagian dunia kuno yang melibatkan melemparkan diri peluru. Lembing
adalah salah satu peristiwa yang membentuk bagian dari Olimpiade kuno, dan itu
termasuk dalam perdana Olimpiade modern pada tahun 1896. Lembing akhirnya
diatur oleh lintasan dan lapangan payung tubuh, Federasi Atletik Amatir
Internasional (IAAF).
Javelin kompetisi paling dikenal melalui pemaparan yang diberikan olahraga pada
Olimpiade, di mana lembing adalah kejadian terpisah diperebutkan oleh laki-laki
dan perempuan. Javelin juga merupakan bagian dari dua tahunan Atletik Dunia
kejuaraan atletik dan berbagai daerah bertemu. Javelin kompetisi adalah bagian
dari National Collegiate Athletic Association (NCAA) tahunan kejuaraan trek dan
lapangan. Ini juga merupakan salah satu peristiwa yang meliputi baik dasalomba
dan heptathlon.
Beruang lembing sejumlah kesamaan teknis ke lapangan olahraga tradisional
lainnya yang mengharuskan atlet untuk melempar peluru sejauh mungkin. Yang
menembak, melempar palu, dan cakram semua memerlukan atlet untuk
mempertimbangkan berbagai faktor fisik, termasuk efek angin, sudut di mana
objek dilepaskan, ketinggian di mana objek dilepaskan, dan kecepatan objek pada
rilis. Ini adalah pertimbangan aerodinamis spesifik lembing itu sendiri yang
memisahkan olahraga ini dari peristiwa melempar lain.
Proyektil yang digunakan dalam lembing terdiri dari tiga bagian yang
berbeda-kepala, dibangun dari logam ringan; batang, yang terbuat dari serat
karbon atau komposit lain bahan sintetis dan cengkeraman, porsi lembing di mana
objek dipegang oleh pelempar sebelum pengiriman.
Berbeda dengan gerak kaki dan tubuh resultan posisi yang dicari oleh seorang
atlet untuk menghasilkan peluru yang sukses melempar atau rilis cakram, lembing
aturan melarang spin atau memutar dari tubuh pelempar sebelum pelepasan lembing
(bagian belakang pesaing mungkin tidak menghadapi garis melemparkan setiap saat
sebelum pelepasan lembing).
1. Cara Memegang
- Cara Finlandia : Pertama
lembing diletakkan pada telapak tangan dengan ujung atau mata lembing
serong hamper menuju arah badan. Kemudian jari tengah memegang tepian atau
pangkal ujung dari tali bagian belakang (dilingkarkan, dibantu dengan ibu
jari ndiletakkan pada tepi belakang dari pegangan dan pada badan lembing.
Jari telunjuk harus lemas ke belakang membantu menahan badan lembing.
Sedangkan jari-jari yang lainnya turut memegang lilitan pegangan di
atasnya dalam keadaan lemas. Dengan cara Finlandia ini, jari tengah dan
ibu jari yang memegang peranan penting untuk mendorong tali pegangan pada
saat melempar (Syarifuddin, 1992).
- Cara Amerika : Pertama lembing
diletakkan pada telapak tangan, dengan ujung atau mata lembing serong
hamper menuju kea rah badan. Kemudian jari telunjuk memegang tepian atau
pangkal dari ujung tali bagian belakang lembing, dibantu dengan ibu jari
diletakkan pada tepi belakang dari pegangan dan pada badan lembing serta
dalam keadaan lurus. Sedangkan ketiga jari lainya berimpit dan renggang
dengan jari telunjuk turut membantu dan menutupi lilitan tali lembing.
Jadi dengan pegangan cara Amerika ini jari telunjuk dan ibu jari memegang
peranan mendorong tali pegangan lembing pada saat melempar (Syarifuddin,
1992).
- Cara Menjepit : caranya hanya
menjepitkan lembing diantara dua jari tengah dan jari telunjuk, sedangkan
jari jari lainnya memmegang biasa.
Peraturan lomba
lempar lembing
1.
Lembing terdiri atas 3 bagian yaitu mata lembing,
badan lembing dan tali pegangan lembing.
2.
Panjang lembing putra : 2,6 m – 2,7 m sedangkan untuk
putri : 2,2 m – 2,3 m. berat lembing putra : 800 gram sedangkan untuk putrid :
600 gram.
3.
Lembing harus dipegang pada tempat pegangan
4.
Lemparan sah bila lembing menancap atau menggores ke
tanah
5.
Lemparan tidak sah bila sewaktu melempar menyentuh
tanah di depan lengkung lemparan
Cara membawa
lembing
Cara mengambil
awalan pada lempar lembing sangat erat kaitannya dengan cara membawa lembing.
Oleh karena itu perlu juga diketahui oleh para atlet lempar lembing.
1.
Membawa lembing diatas pundak : Lembing dipegang di
atas pundak di samping kepala dengan mata lembing serong ke atas, siku tangan
dilipat atau ditekuk menuju depan. Cara ini digunakan oleh para pelempar yang
menggunakan awalan gaya jangkit (hop-step) pada waktu akan melempar.
2.
Membawa lembing Di bawah
3.
Membawa lembing di bawah adalah dengan lengan kanan
lurus ke bawah, mata lembing menuju serong ke atas dan ekornya menuju serong ke
bawah hamper dekat dengan tanah.
4.
Membawa lembing di depan dada
5.
Mata lembing menuju serong ke bawah sedangkan ekornya
menuju serong ke atas melewati pundak sebelah kanan.
B. PERSYARATAN SUATU LEMPARAN YANG SYAH
- Lembing harus di pegang pada
bagian pegangannya, dan harus di lempar lewat atas bahu atau bagian
teratas dari lengan si pelempar dan harus tidak dilempar secara
membandul.Gaya non orthodox tidaklah di izinkan untuk dipakai.
- Lemparan itu tidak syah apabila
mata lembing tidak menggores tanah sebelum bagian lembing lainnya.
- Pelempar pada waktu membuat
awalan lempar tidak boleh memotong salah satu garis atau jalur paralel.
- Lemparan tidak syah bila si
pelempar menyentuh dengan bagian tubuhnya atau anggota badan garis lempar,
atau garis perpanjangan (garis lempar) yang siku-siku terhadap garis
paralel, atau menyentuh tanah didepan garis lempar dan garis-garis itu
semua.
- Sesudah membuat gerakan awalan
lempar sampai lembingnya dilepaskan dan mengudara, tidak sekali-kali
pelempar memutar tubuhnya penuh sehingga punggungnya membelakangi sektor
lemparan.
- Pelempar tidak boleh meninggalkan
jalur lari awalan sebelum lembing yang dilemparkan jatuh ke tanah. Dari
sikap berdiri meninggalkan jalur lari awalan dari belakang lengkung garis
lempar dan garis perpanjangan.
1. Peralatan lembing
- Konstruksi : Lembing terdiri
dari 3 bagian : (1) mata lembing (2) badan lembing dan (3) tali pegangan.
- Badan lembing di buat dari
metal dan pada ujung depan terpasang kokoh sebuah mata lembing yang
runcing.
- Tali pegangan (melilit pada
badan lembing) berada dititik pusat gravitasi dan tidak melibihi garis
tengah badan lembing dari 8 mm. Lilitan tali pegangan lembing harus sama
tebal dan bergerigi, tanpa sabuk atau benjolan.
- Panjang lembing untuk putra
adalah 2,6 – 2,7 m dan putri adalah 2,2 – 2,3 m. Berat untuk putra 800 gr
dan putri 600 gr.
2. Jalur Lari Awala
- Panjang jalur awalan lempar
harus tidak lebih dari 36,5 m dan tak kurang dari 30 m dan harus di batasi
dengan dua garis paralel selebar 5 cm yang saling terpisah sejauh 4 m.
- Kemiringan kesamping dari jalur
lari awalan max 1 : 1.000.
3. Garis Lengkung Lemparan
Lemparan harus
dilakukan dari belakang garis lengkung lempar atau sebuah busur dengan
jari-jari 8 cm. Garis lempar ini terdiri dari garis batas lempar dicat putih
selebar 7 cm, atau terbuat dari kayu atau metal dan dipasang rata dengan tanah.
Garis lempar ini di perpanjang ke arah kanan dan kiri 75 cm di buat siku-siku
atau tegak lurus dengan garis paralel 4 m. Garis perpanjangan inipun dicat
putih, lebar 7 cm dan panjangnya 0,75 m.
C. TEKNIK-TEKNIK DALAM LEMPAR LEMBING
Olah raga
lempar lembing merupakan cabang olahraga atletik, dimana atlet dari melemparkan
lembing atau tombak pada lapangan dengan ukuran yang telah ditentukan. Lembing
yang digunakan dalam olahraga ini terbuat dari logam metal dan pada ujungnya
terdapat mata lembing yang bentuknya runcing. Lembing terdiri dari tiga bagian,
yaitu mata lembing yang berbentuk runcing, badan lembing, dan tali pegangan
pada lembing. Pada olahraga lempar lembing, panjang dan berat lembing yang
digunakan berbeda, untuk putra panjangnya 2,6 sampai 2,7 meter dengan berat 800
gram. Sedangkan untuk putri panjang lembing adalah 2,2 sampai 2,3 meter dan
beratnya 600 gram. Dalam olahraga lempar lembing terdapat beberapa teknik yang
harus diperhatikan, di antaranya adalah tentang cara memegang lembing, cara
membawa lembing, gaya melempar, dan sikap ketika melempar lembing.
1. Cara Memegang Lembing
Untuk memegang lembing ada terdapat aturan dan ketentuan khusus yang perlu
diperhatikan. Ada dua macam cara dalam memegang lembing, yaitu:
- Cara Finlandia: antara kedua
jari tengah dan ibu jari diletakkan pada bagian belakang balutan lembing,
sedangkan jari telunjuk diletakkan sewajarnya.
- Cara Amerika: antara kedua jari
telunjuk dan ibu jari diletakkan pada bagian belakang balutan lembing.
2. Cara Membawa Lembing
Dalam membawa lembing, ada tiga cara yang bisa digunakan, yaitu:
- Tangan sebelah kanan ditekuk,
kemudian lembing dipegang hingga sejajar dengan telinga. Sementara mata
lembing diarahkan ke depan agak serong ke arah bawah.
- Tangan sebelah kanan ditekuk,
kemudian lembing dipegang hingga sejajar dengan telinga, tetapi mata
lembing diarahkan ke depan dengan serong ke atas.
- Lembing dibawa oleh tangan
kanan yang diletakkan di belakang badan dengan mata lembing diarahkan ke
depan serong atas.
A. KESIMPULAN
Di dalam
gerakan lempar lembing banyak sekali melibatkan bagian-bagian tubuh bagian atas
dan bawah mulai dari otot, sendi, sumbu dan bidang. Hasil dari kombinasi yang
lengkap dari bagian-bagian tubuh tersebut menghasilkan suatu gerakan lempar
lembing yang baik.
B. SARANSebagai calon guru olahraga, dengan mengetahui analisis gerak
lempar lembing mulai dari gerakannya itu sendiri, sendi yang berperan, bidang
dan sumbu yang terkait, serta otot-otot yang digunakan, diharapkan dapat
menjadi suatu pegangan dalam membelajarkan anak didiknya kelak.
Lempar
Lembing adalah salah satu olahraga cabang atletik yaitu nomor lempar. Tujuan dari
lempar lembing adalah berusaha melempar lembing sejauh-jauhnya dengan benar.
Tehnik lempar Lembing terdiri dari ancang-ancang, irama lima langkah, melempar
dan pemulihan, berikut penjelasannya.
Ancang-ancang
Ancang-ancang
biasanya diawali dengan lari sebanyak 8-9 langkah dengan kecepatan lari terus
ditambah atau semakin cepat.
Irama Lima
Langkah
- Langkah 1 sampai 3 –
Diawali dengan memegang lembing secara mendatar atau horisontal dan tangan
di tekuk di atas bahu. Pada waktu mendarat pada kaki kanan gerakan lengan
pelemar ke belakang setinggi bahu, telapak tangan pelempar menghadap ke
atas. Pertahankan kecepatan lari ancang-ancang. Lembing dipegang dekat
dengan kepala. Langkah ketiga berfungsi sebagai persiapan untuk melakukan
langkah berikutnya yaitu langkah 4 dorong.
- Langkah 4 - pada fase
ini adalah fase langkah dorong dengan langkah yang lebih panjang dan datar
terjadi sesudah mendorongnya dengan kaki kiri. Kaki kanan mendahului kaki
kiri dan sebelum mendarat kaki kiri ada didepan kaki kanan lagi.
- Langkah 5 - Kaki kiri
mendarat pada tumit dantetap dipertahankan lurus kemudian lengan yang
melempar tetap diluruskan pada setinggi bahu. Badan melengkung dengan
penuh kekuatan dan kaki kiri diluruskan sepenuhnya. Melempar pada saat
kaki depan diluruskan. Putar pinggang dengan cepat ke depan, usahakan
lengan kiri berada di dekat badan. Tarik siku kanan ke depan dan atas
disisi kepala.
Pemulihan
Bawa kaki kanan
ke depan untuk mencegah membuat kesalahan lempar.
Ukuran Lembing
Berat lembing
putra : 800 gram
Berat lembing
putri : 600 gram
Panjang lembing
putra: antara 260 cm
Panjang lembing
putri: antara 220 cm
Cara Memegang
- Cara Finlandia
- Pertama lembing diletakkan pada telapak tangan dengan ujung atau
mata lembing serong hamper menuju arah badan. Kemudian jari tengah
memegang tepian atau pangkal ujung dari tali bagian belakang
(dilingkarkan, dibantu dengan ibu jari ndiletakkan pada tepi belakang dari
pegangan dan pada badan lembing. Jari telunjuk harus lemas ke belakang
membantu menahan badan lembing. Sedangkan jari-jari yang lainnya turut
memegang lilitan pegangan di atasnya dalam keadaan lemas. Dengan cara
Finlandia ini, jari tengah dan ibu jari yang memegang peranan penting
untuk mendorong tali pegangan pada saat melempar
- Cara Amerika
- Pertama lembing diletakkan pada telapak tangan, dengan ujung atau
mata lembing serong hamper menuju kea rah badan. Kemudian jari telunjuk
memegang tepian atau pangkal dari ujung tali bagian belakang lembing,
dibantu dengan ibu jari diletakkan pada tepi belakang dari pegangan dan
pada badan lembing serta dalam keadaan lurus. Sedangkan ketiga jari lainya
berimpit dan renggang dengan jari telunjuk turut membantu dan menutupi
lilitan tali lembing. Jadi dengan pegangan cara Amerika ini jari telunjuk
dan ibu jari memegang peranan mendorong tali pegangan lembing pada saat
melempar .
- Cara Menjepit
- caranya hanya menjepitkan lembing diantara dua jari tengah dan jari
telunjuk, sedangkan jari jari lainnya memmegang biasa.
Keterangan :
·
Lebar awalan 4 meter
·
Panjang awalan 40 meter
·
AC=BC= 8 meter
·
Lebar garis lempar = 7 meter
MAKALAH LEMPAR LEMBING
D
I
S
U
S
U
N
OLEH :
RIZKY ALFINO AKBAR
XI ATP1
SMKN PERTANIAN TERPADU
PROV.RIAU